Senin, 01 November 2010

Merangkai Sistem Kesehatan

Meningkatkan taraf dan mutu kesehatan adalah tujuan utama dari suatu kesehatan, namun hal itu bukanlah satu-satunya yang diharapkan dari sebuah system kesehatan. Tujuan dari system kesehatan sendiri sebenarnya meliputi dua aspek, yakni tingkat pencapaian yang paling bagus (goodness) dan perbedaan yang sekecil mungkin diantara individu maupun kelompok (fairness). Goodness berarti system kesehatan mmemenuhi dengan baik apa yang masyarakat harapkan, sedangkan Fairness berarti kesamaan kepada setiap individu tanpa adanya diskriminasi.

Penting untuk mengetahui dan memahami arti system kesehatan, terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia kesehatan. WHO (2000) mendefinisikan sistem kesehatan sebagai suatu kesatuan yang melibatkan seluruh organisasi, institusi dan sumber daya yang bertujuan untuk melakukan gerakan kesehatan (health actions). Gerakan kesehatan sendiri mempunyai arti sebagai segala usaha, baik di tingkat perawatan kesehatan personal maupun pelayanan kesehatan masyarakat ataupun melalui inisiatif interseksional, yang mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan mutu dan taraf kesehatan.

Dari definisi yang cukup panjang tersebut, sistem kesehatan memiliki tiga objektif yang fundamental. Tujuan pertama adalah untuk meningkatkan kesehatan pada populasi/masyarakat yang mereka layani. Untuk menilai keberhasilan tujuan ini, WHO telah memilih untuk menggunakan disability-adjusted life expectancy (DALE). Alat ini berfungsi untuk menilai angka harapan hidup dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Tujuan kedua adalah memenuhi harapan/ekspektasi masyarakat. Tujuan ketiga adalahmemberikan perlindungan finansial bagi masyarakat dari biaya kesehatan yang tinggi.

Sebenarnya apa pentingnya mengetahui tujuan dan pengertian dari system kesehatan sendiri? Sebagai tenaga kesehatan/ sumber daya manusia yang tentunya sudah terlibat dalam system itu sendiri sehingga kita mau tidak mau mempunyai peran dalam mencapai tujuan yang akan dicapai oleh sistem itu. Pelayanan yang prima dari seorang dokter, dengan menghargai otonomi pasien, melakukan inform consent, memberikan pelayanan yang prima kepada pasien dan tidak membedakan antara pasien yang stau dengan yang lain maupun kelompok yang satu dengan yang lain adalah beberapa contoh hal yang mungkin bisa dilakukan oleh seorang dokter/ tenaga kesehatan lain.

Selain sumber daya manusia, ada komponen-komponen lain dalam sebuah system kesehatan yang mempunyai peran penting dalam pencapain tujuan awal system kesehatan. Komponen tersebut meliputi pemerintah dan institusi yang mempunyai peran sebagai regulator (stewardship), suatu system informasi kesehatan yang baik, pengaturan finansial kesehatan, dukungan produk dan teknologi medis, serta cara pelayanan yang masing-masing mempunyai peran yang tidak kalah penting.

Seperti system-sistem lain yang masing-masing komponenya berinteraksi dan saling mendukung satu sama lain, system kesehatan pun akan dengan mudah mencapai three main goals yang diharapkan. Besar harapan kita untuk membangun sebuah system yang efektif dan mampu meningkatkan kualitas mutu pelayanan serta taraf kesehatan di Indonesia. Keinginan yang kuat serta kerja keras kita semua tentu akan membawa kita semakin dekat ke harapan itu.

“When hope grows, miracles bloom”, nice quote from Elna Rae

Tidak ada komentar:

Posting Komentar